Pengantar Manajemen Syariah

elearning.nurulhuda.id
Tidak ada gambar - https://elearning.nurulhuda.id
Ilmu manajemen merupakan salah satu bagian ilmu pengetahuan yang ada di alam semesta ini, yang dikembangkan dan digunakan oleh manusia dalam mengelola kebutuhan manusia itu sendiri.
Didalam Al-Quran, Allah SWT telah menjanjikan kepada hambanya yang beriman dan berilmu akan meningkatkan beberapa derajatnya baik di Dunia mapun di Akhirat nanti.
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Artinya: Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Mujadalah: 12)
Bagi manusia ilmu adalah sebuah keniscayaan tanpa memiliki ilmu sukar untuk dapat memahami sesuatu. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW bersabda:
أُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلىَ اللَّهْدِ
Artinya: Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat. (Al-Hadits)
Seiring dengan majunya perdaban manusia, kemampuan dan kebutuhan manusia juga ikut berkembang sehingga lahirlah para tokoh ilmuan yang mengembangkan ilmu manajemen, hingga saat ini konsistensi perkembangan ilmu manajemen masih terus berkembang sesuai kontek dan waktunya masing-masing, dan telah melahirkan begitu banyak konsep-konsep manajemen itu sendiri.

Sejarah Perkembangan Manajemen

Para Ilmuan menemui banyak kesulitan dalam melacak sejarah manajemen, namun mereka sepakat bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. dalam perspektif ajaran agama islam sebenarnya praktik manajemen sudah ada sejak alam semesta ini ada walaupun istilah manajemen belum muncul pada waktu itu. Dalam Al-Quran Allah SWT berfirman:
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. (QS Al-Baqoroh:30)
Dari Ayat diatas terdapat dialektika antara Allah SWT dengan malaikatnya sebelum menciptakan Bumi, Allah SWT yang maha mengetahui atas segalanya, mengajarkan kepada hambannya tentang pentingnya komunikasi dua arah, antara atasan dan bawahanya begitu pula sebaliknya dan itu merupakan bagian dari praktik manajemen.

Praktik Manajemen dizaman Nabi Adam AS

Peristiwa yang terjadi pada nabi Adam AS merupakan bagian dari proses-proses manajemen, karena adanya perencanaan-perencanaan dan yang ditetapkan Allah SWT, Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari menyebutkan:
Artinya: Sesungguhnya Allah menciptakan Adam pada hari Jum’at, diturunkan ke bumi pada hari Jum’at, bertobat kepada Allah atas dosanya karena memakan buah pohon Khuldi pada hari Jum’at, dan meninggal juga pada hari Jum’at. (HR. Al-Bukhari)
Dalam Hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim sebagai berikut:
أن النبي صلى الله عليه وسلم قال خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة فيه خُلق آدم وفيه أدخل الجنة وفيه أخرج منها ولا تقوم الساعة إلا في يوم الجمعة - رواه مسلم
Artinya: Hari paling baik saat matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintaannya. (HR. Muslim)
Begitu juga yang terjadi pada putra-putra nabi Adam AS. terdapat aturan-aturan yang yang mengharuskan perkawinan silang antara pasangan AB harus menikahi pasangan CD namun aturan itu dilanggar, sehingga yang terjadi adalah adanya pihak yang tidak taat terhadal aturan padahal aturan itu telah ditetapkan baca kisah Qabil dan Habil hal ini juga merupakan manajemen yang dapat kita lihat dalam Al-Qur'an
۞ وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Artinya: Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!. Berkata Habil: Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa. Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim. Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi. (QS. Al-Maidah 27-30)

Praktik Manajemen dizaman Nabi Nuh AS

Nabi Nuh AS menerapkan konsep manajemen yang sangat baik dalam menyampaikan wahyu Allah SWT kepada kaumnya, beliau menyampaikan dakwah siang dan malam dengan cara-cara yang arif dan bijaksana walaupun sempat terjadi penolakan oleh kaumnya yang akhirnya Allah SWT menberikan punishment sebagaimana yang diabadikan dalam Al-Quran
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl: 125)
Ayat diatas menunjukan bahwa agama islam mengajarkan sebuah manajemen yang baik, dari kisah perjalanan nabi Nuh AS ada pelajaran yang sangat berharga bagi para manajer, memang seorang manajer harus merencanakan sesuatu dengan baik tetapi jangan hanya semata-mata berorientasi pada hasil, jika hanya berorientasi pada hasil maka yang didapat adalah frustasi kalau tidak berhasil, ketidak berhasilan justru harusnya menjadi pelajaran yang berharga bagi para manajer, walaupun seorang manajer telah menerapkan manajemen yang baik, harus tetap tawakal kepada Allah SWT, karena keberhasilan sangat erat hubungannya dengan rahmat Allah SWT

Praktik Manajemen dizaman Nabi Muhammad SAW

Dari awal sebenarnya ajaran Islam telah mengajarkan bagaimana cara memenej yang baik. dalam sejarah Rasulullah SAW adalah seorang manajer yang paling sukses yang pernah ada di alam semesta ini, walaupun pada waktu itu Rasulullah SAW tidak pernah menyebutnya secara eksplisit bahwa itu sebagai proses dari manajemen. Ketika Rasulullah SAW membagi-bagikan tugas kepada para sahabatnya (baca sejarah kenabian) ada sahabat nabi yang bernama Abu Dzar al-Ghifari yang meminta jabatan kepada Rasulullah SAW, maka Rasulullah SAW menjawab:
انها أمانة وانك ضعيف
Artinya: Ini adalah amanat yang berat dan engkau adalah orang yang lemah. (Al-Hadits)
Rasulullah SAW adalah figur manajer yang baik, manajer yang mampu menposisikan seseorang pada posisi yang sesuai dengan kriteria dan keahlian pada bidangnya masing-masing the tight man in the right place seperti sabda Rasulullah SAW
إذا أسند الامر الى غير اهله فانتظر الساعة
Artinya: Apabila sebuah urusan diserahkan pada yang bukan Ahlinya maka tunggulah saat kehancurannya. (Al-Hadits)

Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen secara Umum

Sebagai catatan terlepas dari perkembangan manajemen dalam perspektif Islam Manajemen dilihat dari sisi ilmu dirumuskan pada akhir abad 18 atau awal abad 19 Masehi. tokoh yang mengemukakan manajemen secara keilmuan adalah Robert Owen (1771-1858) dan Charles Babage (1792-1871).
Robert Owen, tokoh pembaharu yang berasal dari Inggris yang bergerak di bidang industri. Owen adalah tokoh awal yang mengemukakan terkait SDM pada organisasi dan mengenai kesejahteraan pekerja, Dia mengemukakan bahwa investasi yang paling menguntungkan adalah pada karyawan "vital machines" dengan perbaikan SDM produksi dan laba dapat ditingkatkan, disamping itu Owen juga mengembangkan sejumlah prosedur kerja yang dapat meningkatkan produktivitas.
Charles Babage, seorang profesor matematika yang berasal dari Inggris merupakan tokoh awal yang mengemukakan betapa pentingnya efisiensi produksi. Babbage juga orang pertama yang menganjurkan prinsip pembagian kerja melalui spesialisasi, setiap tenaga kerja harus diberikan pelatihan dan keterampilan.
Pada abad ke-19 telah terjadi revolusi industri yang mengakibatkan meningkatnya akan aktivitas manajemen yang lebih sistematis. Sehingga munculah beberapa aliran manajemen yaitu: Manajemen Klasik, Manajemen Hubungan Manusiawi dan Manajemen Modern.
  • Manajemen Klasik, Terdapat dua pendekatan pada perspektif ini yang pertama adalah manajemen sebagai sebuah proses saintifik dan manajemen sebagai sebuah teori organisasi klasik.
  1. Manajemen ilmiah, berlangsung pada priode (1870-1930) tokoh-tokoh yang berkontribusi adalah Frederick W. Taylor (1856-1915) Frank (1868-1924), Lillian Gilbreth (1878-1972), Henry L. Gantt (1861-1919), dan Harrington Emerson (1853-1931)
  2. Teori Organisasi Klasik, berlangsung pada priode (1900-1940) tokoh-tokoh yang berkontribusi adalah Henry Fayol (1841-1925), Chaster I. Bernard (1886-1961) dan Mary Parker Follet (1868-1933)
Kontribusi dari Manajemen Klasik diantara adalah adanya pembagian pekerjaan yang spesifik, dan adanya pembelajaran terkait masa dan beban kerja, serta metode ilmiah tentang aktivitas manajemen yang secara singkat prosedur, birokrasi dan fungsi-fungsi manajemen. Kekurangan dari manajemen klasik, belum diperhatikannya sisi aspek kemanusiaan seperti pemberian insentif yang belum sesuai dengan kebutuhan.
  • Hubungan Manusiawi (neoklasik) atau yang dikenal juga aliran manajemen perilaku (behavioral management perspective) muncul karena ketidak puasan terhadap pendekatan manajemen klasik yang dianggap belum sepenuhnya menghasilkan efisiensi produktivitas dan keharmonisan kerja. Hubungan manusiawi berlangsung pada priode (1930-1940) tokoh-tokoh yang berkontribusi adalah Hawthorne Studies, Elton Mayo (1880-1949), Fritz Roethlisberger dan Hugo Munsterberg (1863-1916)
Kontribusi dari Manajemen Hubungan Manusiawi diantaranya adalah memperhatikan kebutuhan sosial guna melengkapi pendekatan klasik dalam rangka peningkatan produktivitas kerja.
  • Manajemen Modern
Manajemen modern yang berlangsung pada priode (1940-sekarang) mengalami pengembangan melalui dua jalan yang berbeda yaitu:
  1. Pertama adalah perilaku organisasi Perkembangan aliran perilaku organisasi ditandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang perilaku manusia dan sistem sosial tokoh-tokoh yang berkontribusi aliran ini antara lain: Abraham Maslow, Douglas McGregor, Frederick Herzberg, Robert Blake dan Jane Mouton, Rensis Likert, Fred Fiedler, Chris Argyris, Edgar Schein.
  2. Kedua aliran kuantitatif yang ditandai dengan berkembangnya tim-tim riset operasi dalam memecahkan masalah industri. Manajemen Kuantitatif memberikan sumbangsih yang signifikan pada peningkatan produktivitas organisasi khususnya terkait dengan model pengambilan keputusan dan peningkatan efisiensi.

Posting Komentar