Strategi Produk

elearning.nurulhuda.id
Tidak ada gambar - https://elearning.nurulhuda.id

Menentukan Strategi Produk

Inti merek yang hebat adalah produk yang hebat. Produk adalah elemen penting dalam penawaran pasar. Pemimpin pasar biasanya menawarkan produk dan jasa bermutu tinggi yang memberikan nilai pelanggan yang paling unggul.

Strategi Produk

Karakteristik dan Klasifikasi Produk Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, acara, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide.

Tingkat Produk: Hierarki Nilai Pelanggan

Ada lima (5) tingkatan hierarki nilai pelanggan, yaitu:
  1. Manfaat Inti (core benefit): layanan yang benar-benar di beli pelanggan.
  2. Produk Dasar (basic product): produk yang ditambahkan sebagai pelengkap layanan.
  3. Produk yang diharapkan (expected product): Sekelompok atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan pembeli ketika membeli produk.
  4. Produk Tambahan (augmented product): produk yang melebihi harapan pelanggan.
  5. Produk Potensial (potential product): produk yang mempunyai tambahan dan tranformasi di penawaran masa depan.

Klasifikasi Produk

Setiap jenis produk mempunyai strategi bauran pemasaran: Ketahanan (Durability) dan Keberwujudan (Tangibility). Ada 3 produk menurut ketahanan dan keberwujudan:
  1. Barang-barang yang tidak tahan lama (nondurable goods) adalah barang-barang berwujud yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan seperti bir dan sabun.
  2. Barang tahan lama (durable goods) adalah barang-barang berwujud yang biasanya dapat digunakan untuk waktu lama. contoh: kulkas dan alat tulis.
  3. Jasa (Services): produk yang tidak berwujud bervariasi, tak terpisahkan, dan dapat musnah. contoh: salon potong rambut.

Klasifikasi Barang Konsumen

Klasifikasinya terdiri dari barang yang di butuhkan konsumen, yaitu:
  1. Barang Sehari-hari (convenience goods): barang yang tidak banyak pertimbangan dalam melakukan pembelian. Biasanya berupa kebutuhan pokok.
  2. Barang Belanja (Shopping Goods): barang yang banyak pertimbangan dalam melakukan pembelian. Contoh: mobil, televisi, dll.
  3. Barang khusus (Specially goods): barang yang di butuhkan konsumen dengan pelayanan tambahan.
  4. Barang yang tidak di cari (unsought goods): barang yang tidak terpikirkan untuk membelinya di waktu sekarang.

Klasifikasi Barang Industri

Barang industri dapat diklasifikasikan berdasarkan biaya relatif dan bagaimana memasuki proses produksi, yang terdiri dari:
  1. Bahan dan suku cadang (materials and parts): barang yang seluruhnya menjadi bagian produk produsen.
  2. Barang Modal (capital items): barang tahan lama yang memfasilitasi pengembangan atau pengelolaan produk jadi.
  3. Layanan bisnis dan pasokan (supplies and business services): barang dan jasa jangka pendek yang memfasilitasi pengembangan dan pengelolaan produk jadi.

Diferensiasi

Diferensiasi produk adalah upaya dari sebuah perusahaan untuk membedakan produknya dari produk pesaing dalam suatu sifat yang membuatnya lebih diinginkan. Beberapa produk dibedakan dan produk pesaing oleh kualitasnya.

Diferensiasi Produk

  1. Bentuk
  2. Fitur
  3. Penyesuaian
  4. Kualitas Kinerja
  5. Kualitas Kesesuaian
  6. Ketahanan
  7. Keandalan
  8. Kemudahan Perbaikan
  9. Gaya
  10. Desain

Diferensiasi Jasa

  1. Kemudahan Pemesanan
  2. Pengiriman
  3. Instalasi
  4. Pelatihan Pelanggan
  5. Konsultasi Pelanggan
  6. Pemeliharaan dan Perbaikan
  7. Pengembalian

Hubungan Produk dan Merek

Setiap produk dapat dihubungkan dengan produk lain untuk memastikan bahwa perusahaan menawarkan dan memasarkan kumpulan produk yang optimal.

Hierarki Produk

Ada enam tingkat hierarki produk:
  1. Kebutuhan Keluarga (need Family)
  2. Produk Keluarga (product family)
  3. Kelas Produk (product class)
  4. Lini Product(product line)
  5. Jenis Produk (product type)
  6. Barang (item)/ varian product (product varian)

Sistem dan Bauran Produk

Sistem Produk adalah kelompok barang yang berbeda tapi berhubungan dan berfungsi dengan cara yang kompatibel. Contoh: Telpon genggam dilengkapi dengan produk yang dapat dipasang seperti headset, kamera, pemutar musik, dan perekam suara. Bauran Produk adalah kumpulan semua produk dan barang yang di tawarkan untuk dijual oleh penjual tertentu. Contoh: Seagate membuat 29 jenis drive yang penting bagi serve, PC, dan produk elektronik seperti video games, DVR, dan kamera. Empat dimensi bauran produk:
  1. Lebar bauran produk: mengacu pada berapa banyak lini produk berbeda yang dijual perusahaan.
  2. Panjang bauran produk: mengcau pada jumlah total produk dalam bauran.
  3. Kedalaman bauran produk: mengacu pada banyaknya varian yang ditawarkan masing-masing produk dalam lini.
  4. Konsistensi bauran produk: mengacu seberapa dekat hubungan dari berbagai lini produk pada pengguna akhir.

Analisis Lini Produk

Dalam menawarkan lini produk, perusahaan biasanya mengembangkan kerangka dasar dan modul yang dapat ditambahkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berbeda. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menawarkan keragaman dan menurunkan biaya produksi.

Penjualan dan Laba

Kedua variabel diatas harus sangat di perhatikan oleh manajer lini produk karena jika kedua item ini tiba-tiba dilukai pesaing, penjualan dan profitabilitas lini bisa jatuh. Item-item ini harus di amati secara cermat dan dilindungi. Manajer lini juga harus bisa mempertimbangkan untuk membuang item yang di anggap kurang menguntungkan.

Panjang Lini Produk

Tujuan perusahaan mempengaruhi panjang lini produk salah satunya adalah menciptakan lini produk untuk mendorong penjualan ke atas. tujuan lainnya adalah menciptakan lini produk yang memfasilitasi penjualan silang. Lini produk cenderung memanjang sepanjang waktu. kapasitas manufaktur yang berlebihan memberikan tekanan pada manajer lini produk untuk mengembangkan item baru.
Perusahaan memperpanjang lini produknya dengan dua cara:
  1. Perpanjangan Lini: Hal ini terjadi ketika perusahaan memperpanjang lini produknyadi luar kisarannya saat ini. Perusahaan dapat memperpanjang lininya ke bagian bawah pasar, atas pasar, atau keduanya.
  2. Pengisian Lini: Perusahaan dapat memperpanjang lini produknya dengan menambahkan lebih banyak barang dalam kisaran saat ini. Ada beberapa motif untuk pengisian lini yaitu:

Menghasilkan laba tambahan

  1. Berusaha memuaskan penyalur yang mengeluh kehilangan penjualan karena item tidak tersedia dalam lini.
  2. Berusaha menggunakan kelebihan kapasitas
  3. Berusaha menjadi perusahaan lini penuh terkemuka
  4. Berusaha menambal lubang untuk menyingkirkan pesaing

Moderenisasi, Penampilan, dan pengurangan lini

Lini produk harus di modernisasi. Namun masalahnya apakah akan memperbaiki sedikit demi sedikit atau semua sekaligus. Pendekatan yang sedikit demi sedikit memungkinkan perusahaan bisa melihat respon dari pelanggan dan penyalur terhadap gaya baru. Pendekatan ini juga tidak begitu menguras kas perusahaan, tapi memungkinkan juga para pesaing melihat perubahan dan mulai memperbaiki lini mereka. Pengurangan lini produk adalah kegiatan mengurangi merek yang penjualannya lambat dan tidak menghasilkan keuntungan yang besar. Hal ini sangat bermanfaat bagi merek yang tersisa untuk semakin berkembang.

Penetapan harga bauran produk

Dalam penetapan harga bauran produk,perusahaan mencari sekumpulan harga yang memaksimalkan laba keseluruhan bauran. Penetapan harga itu sulit karena berbagai produk mempunyai permintaan dan biaya yang saling terkait dan terpapar pada berbagai tingkat persaingan. Berikut enam situasi yang membutuhkan penetapan harga bauran produk:
  1. Penetapan harga lini produk: Perusahaan biasanya menggunakan lini produk alih-alih mengembangkan produk tunggal serta memperkenalkan jenjang harga. Dalam banyak lini perdagangan, penjual menggunakan titik harga yang telah ditentukan untuk produk dari lini mereka sendiri.
  2. Penetapan Harga Fitur Opsional: Banyak perusahaan yang menawarkan produk opsional, fitur, dan layanan beserta produk utama mereka. Namun penetapan harga adalah suatu masalah yang sulit, karena perusahaan harus memutuskan item mana yang akan dimasukan dalam harga standar dan mana yang ditawarkan sebagai pilihan.
  3. Penetapan Harga Produk Terikat: Beberapa produk harus menggunakan produk tambahan atau produk terikat. contohnya: AT dan T bisa memberi telepon seluler gratis jika seseorang bersedia membeli layanan telepon selama dua tahun.
  4. Penetapan harga dua bagian: Dua bagian ini terdiri dari biaya tetap yang ditambah biaya penggunaan variabel. Masalahnya adalah seberapa besar biaya yang dikenakan untuk jasa dasar dan seberapa besar biaya variabel. Biaya tetap harus cukup rendah untuk menghasilkan pembelian jasa, lalu laba dihasilkan dari fee penggunaan.
  5. Penetapan harga produk sampingan: Jika produk sampingan mempunyai nilai bagi pelanggan, produk sampingan tersebut harus ditetapkan harganya berdasarkan nilainya. Semua laba yang dihasilkan produk sampingan akan mempermudah perusahaan untuk menjual produk utamanya lebih murah dari para pesaingnya.
  6. Penetapan harga paket produk, Terdiri dari dua jenis:
  • Pemaketan murni: terjadi ketika perusahaan menawarkan produknya hanya sebagai paket.
  • Pemaketan campuran: penjual menawarkan barang baik secara individu atau dalam satu paket. Biasanya harga yang dikenakan akan lebih murah.

Co-Branding dan Penetapan Merek Bahan Baku

Co-Branding adalah penetapan merek bersama atau penetapan dua merek (gabungan) menjadi satu produk bersama atau dipasarkan bersama dalam beberapa cara.

Jenis-jenisCo-Branding

  1. Co-branding perusahaan yang sama
  2. Co-branding usaha patungan
  3. Co-branding multi sponsor
  4. Co-branding eceran

Kelebihan Co-branding

  1. Produk dapat diposisikan secara meyakinkan melalui kelebihan berbagai merek lainnya.
  2. Menghasilkan penghasilan yang lebih besar
  3. Membuka peluang tambahan bagi konsumen dan saluran baru
  4. Mengurangi biaya peluncuran produk

Kekurangan Co-branding

  1. Resiko dan kurangnya kendali untuk berhubungan denga merek lain dalam pemikiran konsumen.
  2. Kinerja yang tidak bagus akan berdampak pada kedua merek
  3. Paparan yang berlebihan dapat mendilusi pentransferan setiap asosiasi
  4. Kurang fokus terhadap merek yang ada

Penetapan merek bahan baku

Penetapan ini menciptakan ekuitas merek bagi bahan,komponen, suku cadang yang selalu terkandung dalam produk bermerek lainnya. Merek bahan baku berusaha menciptakan kesadaran dan prefensi yang cukup kuat untuk produk mereka sehingga konsumen tidak akan membeli produk “induk” yang tidak mengandung bahan tersebut.

Pengemasan, Pelabelan, Jaminan, dan Garansi

Defnisi dari pengemesan adalah semua kegiatan merancang dan memproduksi wadah untuk sebuah produk. Kemasan yang dirancang dengan baik akan dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan. Empat faktor yang mempunyai kontribusi terhadap semakin banyaknya penggunaan kemasan sebagai alat pemasaran:
  1. Swalayan: Kini semakin banyak produk yang dijual dengan prinsip swalayan. kemasan yang efektif harus melaksanakan banyak tugas penjualan: menarik, menggambarkan fitur produk, menciptakan keyakinan konsumen, kesan menyenangkan.
  2. Kekayaan konsumen: Peningkatan kekayaan konsumen berarti konsumen rela membayar sedikit lebih besar untuk kenyamanan, penampilan, keandalan, gengsi kemasan yang lebih baik.
  3. Perusahaan dan citra merek: Kemasan mempunyai andil dalam pengakuan segera atas merek atau perusahaan.
  4. Peluang inovasi: Kemasan inovatif dapat memberikan manfaat besar bagi konsumen dan laba bagi produsen.
Pelabelan Label bisa membawa nama merek saja atau sejumlah besar informasi bahkan jika penjual memilih label sederhana hukum mungkin mensyaratkan lebih banyak. Beberapa fungsi label:
  1. Label mengidentifikasi produk atau merek
  2. Label dapat mempromosikan produk melalui grafis yang menarik
Garansi dan Jaminan Semua penjual bertanggung jawab secara hukum untuk memenuhi harapan normal atau rasional pembeli.
  1. Jaminan adalah pernyataan resmi kinerja produk yang akan diharapkan oleh produsen
  2. Garansi menunjukan bahwa produk itu bermutu tinggi dan kinerja perusahaan dapat di andalkan. Garansi dapat membantu saat perusahaan atau produk tidak begitu terkenal tidak lebih unggul dari pesaing.

Posting Komentar