Analisis Lingkungan Internal

elearning.nurulhuda.id
Tidak ada gambar - https://elearning.nurulhuda.id

Pengertian Lingkungan Internal

Menurut David, semua organisasi mempunyai kekuatan dan kelemahan dalam berbagai bidang fungsional bisnis. Analisis lingkungan eksternal terhadap peluang dan ancaman tidak cukup untuk memberikan organisasi keuntungan kompetitif.

Analisis lingkungan internal lebih mengarah pada analisis intern perusahaan dalam menilai atau mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari tiap-tiap divisi keuangan dan akuntansi, pemasaran, riset dan pengembangan, personalia serta operasional.

Menurut Jauch dan Glueck, lingkungan internal adalah proses dimana perencanaan strategi mengkaji faktor internal perusahaan untuk menentukan dimana perusahaan memiliki kekuatan dan kelemahan yang berarti sehingga dapat mengelola peluang secara efektif dan menghadapi ancaman yang terdapat dalam lingkungan. Sedangkan menurut Pearce dan Robinson Jr, dalam Kotler, analisis lingkungan internal adalah pengertian mengenai pencocokan kekuatan dan kelemahan internal dengan peluang dan ancaman eksternal. Hasil dari analisis lingkungan internal akan menghasilkan kekuatan dan kelemahan perusahaan.

Kekuatan atau keunggulan perusahaan itu meliputi keunggulan pemasaran, keunggulan sumberdaya manusia, keunggulan kuangan, keunggulan operasi dan keunggulan organisasi dan manajemen. Kekuatan dan kelemahan Pemasaran dapat dilihat dari reputasi perusahaan, pangsa pasar, kualitas produk, keanekaragaman produk, merek produk, kemasan produk, model produk, ukuran produk, garansi produk, kualitas pelayanan, efektifitas penetapan harga, efektifitas distribusi, efektifitas promosi, kekuatan penjualan, efektifitas inovasi dan cakupan geografis.

Hal-hal yang terkait dengan Lingkungan Internal, yaitu:

  1. Manusia | Kompetensi: Memiliki karyawan yang memiliki kompetensi (kemampuan) yang ia miliki. Serta memenuhi syarat-syarat rekuitmen. | Place man: orang yang berkompeten ditempatkan sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. | Promosi, kenaikan jabatan, orang yang berkompeten dan yakin memiliki kenaikan prestasi yang lebih baik.
  2. Kebijakan | Visi dan misi yang di bentuk akan membuat kita lebih tau apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam visi dan misi yang sudah kita bentuk. | Aturan-aturan yang digunakan dalam menajalankan Visi dan Misi akan membuat kita lebih tau mana yang harus boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan untuk mencapai target yang mesti dicapai dalam perusahaan.
  3. Kepemimpinan | Kepemimpinan yang sentralistik / otoriter, gaya kepemimpinan yang apapun yang dilakukan karyawan tergantung dari keputusan pemimpin. | Kepemimpinan yang lepas tangan, yang dimana pemimpin dalam suatu melaksanakan kegiatan pekerjaannya sebagai pemimpin menyerahkan semua pekerjaannya kepada karyawan atau bawahannya. Dengan melakukan fungsi manajemen, seperti controlling (pengawasan) agar bahawan merasa dalam melakukan suatu pekerjaan ada yang mengawasi dan mengontrolnya. Setelah itu melakukan suatu evaluasi dalam pekerjaan suatu karyawan. | Kepemimpinan yang demokratis, dimana dalam kepemimpinan ini dalam mengambil suatu keputusan melibatkan bawahan atau karyawannya. Bawahan diberi kebebasan dalam mengeluarkan pendapat dan keputusan. | Kepemimpinan yang berorientasi pada tugas, yang dimana dalam pelaksanaannya lebih menekankan dalam tugas yang harus dikerjakan. | Kepemimpinan yang people oriented, seorang pemimpin yang selalu memperhatikan karyawannya serta selalu memberikan semangat kepada bawahannya.
  4. System Reward | Dalam suatu kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh karywan atau bawahan diperlukan suatu penghargaan(reward) kepada bawahan, agar bawahan merasa bahwa mereka memang perlu di butuhkan dalam suatu pekerjaan tersebut. Dalam system reward mempunyai (dua) 2 sifat, yaitu: Materi: berupa tunjangan-tunjangan gaji, tunjangan transport, tunjangan anak dan istri, dll. Non Matreri: berupa pujian-pujian kepada bawahan.
  5. Culture (budaya) Value atau nilai-nilai yang perlu dipergunakan yang mampu menunujukan identitas organisasi.

Pengembangan Profil Perusahaan

Yang dimaksud dengan profil perusahaan adalah kompetensi dan kelemahan perusahaan yang sifatnya stratejik atau menentukan. Penentuan profil suatu perusahaan dilakukan dengan mengindentifikasikan dan kemudian menilai factor-faktor internal yang bersifat stratejik tersebut. Pada dasarnya ada dua (2) pendekatan yang dapat digunakan dalam mengidentifikasikan dan menilai faktor-faktor internal, yaitu:

1. Pendekatan Fungsi
Pendekatan fungsi berupaya mengidentifikasikan dan menilai factor-faktor internal yang mencakup kemampuan perusahaan, keterbatasannya dan ciri-cirinya yang biasanya dikategorikan pada:

  • Posisi pasar
  • Keuangan dan akunting
  • Produksi yang berarti aspek teknis yang operasional perusahaan
  • Sumber daya manusia
  • Struktur organisasi dan manajemen

Posisi pasar: Suatu perusahaan didirikan dan dikelola untuk menghasilkan produk tertentu, baik berupa barang maupun jasa. Telah dimaklumi bahwa suatu perusahaan memutuskan menghasilkan dan memasarkan produk tertentu karena berbagai pertimbangan seperti:

  1. Karena perusahan memiliki keunggulan kompetitif dan atau komparatif sehingga produk yang dihasilkan akan laku dijual di pasaran dengan harga yang kompetitif meskipun perusahaan pesaing sudah memproduksikan barang yang sejenis.
  2. Produk yang dihasilkan diperkirakan akan diminati oleh para pengguna karena diperhitungkan akan memuaskan sebagian kebutuhan mereka;
  3. Jika di pasaran barang yang sejenis telah beredar, produk perusahaan menjadi alternatif pilihan yang menarik bagi para pengguna.

Berangkat dari ketiga pertimbangan tersebut terdapat berbagai langkah yang perlu diambil sebagai bagian dari keseluruhan aktivitas menciptakan profil perusahaan, yaitu:

  1. Setiap perusahaan pasti berupaya merebut persentase pasar yang makin tinggi karena jika hal itu tercapai, berarti perolehan keuntungan bagi perusahaan akan semakin besar pula.
  2. Sebenarnya tidak menjadi soal apakah perusahaan akan berkonsentrasi pada produk unggulan tertentu atau menempuh jalan diversifikasi.
  3. Untuk itu diperlukan informasi pasar dan oleh karenanya manajemen harus berupaya untuk menjamin bahwa dalam perusahaan terdapat kemampuan yang dapat diandalkan untuk mencari dan memperoleh informasi itu.
  4. Karena banyaknya perusahaan yang tidak memasarkan sendiri produknya melainkan menggunakan jalur distributor dan agen, identifikasi dan penilaian distributor dan agen tersebut perlu dilakukan, paling sedikit yang menyangkut jumlahnya, keandalannya, wilayah operasionalnya dan sitem pengendalian yang digunakan oleh perusahaan, termasuk pengendalian jumlah barang yang terjual.
  5. Kondisi satuan kerja yang menangani masalah-masalah pemasaran dan penjualan dalam organisasi perlu diketahui dengan jelas.
  6. Perusahaan perlu menagmbil lankah dalam bidang promosi sedemikian rupa sehingga langkah tersebut disamping segera menarik perhatian, akan tetapi juga efisien dan efektif.
  7. Para pengambil keputusan strategic diharapkan mampu menentukan strategi yang menyangkut harga jual produk yang dihasilkan dan hendak dipasarkan.
  8. Profil perusahaan akan semakin positif di mata para pelanggannya apabila perusahaan dikenal mempunyai reputasi yang baik dalam hal pelayanan.
  9. Dalam dunia bisnis dikenal "loyalitas" pelanggan. Artinya ialah bahwa karena para klien sudah menyenangi produk tertentu dan menaruh kepercayaan yang besar terhadap produsennya maka para klien tesebut tetap "setia" membeli dan menggunakan produk perusahaan tersebut.
  10. Dengan mengenal kemungkinan terjadinya “pergeseran” dalam selera konsumen, strategi perusahaan seyogyanya mengandung prosedur yang operasional dalam hal peluncuran produk baru dan pemasarannya.

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses produksi yang efisien tersebut:

  1. Pentingnya pemeliharaan hubungan yang serasi antara perusahaan dengan pemasok, yang ada kalanya merupakan pihak yang berkepentingan yang berkuasa.
  2. Terjaminnya suplai bahan mentah dan bahan baku dari pemasok harus diikuti oleh suatu sistem logistik yang handal.
  3. Para manajer perusahaan ditantang untuk mampu menentukan lokasi fasilitas perusahaan dengan tepat.

Dalam melakukan analisis tentang pola mana yang akan diberlakukan pada tingkat mana, berbagai prinsip dapat dijadikan pegangan, seperti:

  • Prinsip Sentralisasi sepanjang menyangkut strategi perusahaan sebagai keseluruhan
  • Prinsip Desentralisasi untuk keputusan-keputusan yang bersifat tidak lanjut bagi keputusan stratejik
  • Prinsip manajemen partisipatif
  • Prinsip Pendelegasian wewenang
  • Prinsip fungsionalisasi

Pendekatan analisis rincian operasional

Salah satu sasaran prnting dari analisis rincian operasional ialah agar para pengambil keputusan stratejik dalam perusahaan semakin mengenali kekuatan dan kelemahan perusahaan tersebut. Di samping itu, melalui analisis rincian operasional, berakibat pada "nilai tambah" bagi perusahaan.

Dalam melakukan rincian operasional, biasanya dua hal yang menjadi sorotan perhatian ialah pelaksanaan kegiatan-kegiatan pokok dan kegiatan-kegiatan penunjang, terutama yang sifatnya stratejik bagi perusahaan yang bersangkutan.

Bagi suatu perusahan contoh yang sangat menonjol dari berbagai kegiatan pokok ialah kegiatan produksi karena seperti dimaklumi perusahaan diciptakan untuk menghasilkan suatu produk baik berupa barang maupun jasa yang:

  1. Dimaksud untuk memuaskan sebagai kebutuhan para pengguna
  2. Diminati oleh para pengguna atau calon pengguna karena berbagai pertimbangan seperti, loyalitas kepada produk tertentu, dll.
  3. Merupakan produk subsitusi dari produk yang telah beredar di pasaran yang memberikan manfaat yang sama
  4. Produk tersebut merupakan produk yang sedang trendy sehingga para pengguna merasa perlu memilikinya

Produsen masih bertanggungjawab untuk memberikan pelayanan kepada pelanggannya yang bentuknya dapat beraneka ragam seperti:

  1. Pemasangan produk tersebut ditempat pemakai
  2. Perbaikan apabila terjadi kerusakan
  3. Pelatihan bagi pengguna di tempat pemakai
  4. Penyediaan suku cadang
  5. Kemudahan membeli dengan sistem kredit apabila diinginkan oleh pelanggan

Para perumus dan penentu strategi perusahaan kiranya perlu melakukan paling sedikit tiga (3) hal, yaitu:

  1. Memahami sejarah perusahaan
  2. Pemahaman siklus kehidupan organisasi
  3. Orientasi masa depan

Disusun oleh: Mahasiswa Akuntansi Syariah

Posting Komentar