Fungsi Pengorganisasian dalam Manajemen

elearning.nurulhuda.id
Tidak ada gambar - https://elearning.nurulhuda.id

قَالَ النَّبِيِّ ﷺ: مَا اسْتُخْلِفَ خَلِيفَةٌ إِلَّا لَهُ بِطَانَتَانِ بِطَانَةٌ تَأْمُرُهُ بِالْخَيْرِ وَتَحُضُّهُ عَلَيْهِ وَبِطَانَةٌ تَأْمُرُهُ بِالشَّرِّ وَتَحُضُّهُ عَلَيْهِ وَالْمَعْصُومُ مَنْ عَصَمَ اللَّهُمَا اسْتُخْلِفَ خَلِيفَةٌ إِلَّا لَهُ بِطَانَتَانِ بِطَانَةٌ تَأْمُرُهُ بِالْخَيْرِ وَتَحُضُّهُ عَلَيْهِ وَبِطَانَةٌ تَأْمُرُهُ بِالشَّرِّ وَتَحُضُّهُ عَلَيْهِ وَالْمَعْصُومُ مَنْ عَصَمَ اللَّهُ

Nabi bersabda: Seseorang tidak diutus sebagai khalifah kecuali memiliki dua niat, yaitu memerintahkan dan mendorongkan pada kebaikan dan memerintahkan dan mendorong pada kejelekan, orang yang menjaga (dari kejelekan) adalah yang dijaga oleh Allah. (HR. Bukhori)

Seorang muslim harus mampu menegakkan fungsi sebagai khalifah dan semangat kerja sama antar manusia. Fungsi khalifah adalah menggalang kebaikan dan mencegah kejelekan. Jika dikaitkan dengan konteks ini, Hadits ini mendorong umatnya untuk melakukan segala sesuatu secara terorganisasi dengan rapi. Kesungguhan dan keseriusan dalam hal ini termasuk kesungguhan dan keseriusan mengorganisasi suatu kegiatan.

Pengertian Pengorganisasian

Kata organisisasi mempunyai dua (2) pengertian umum,

Pengertian pertama adalah wadah, tempat, lembaga atau kelompok fungsional misalnya Perguruan Tinggi, Lembaga Adat Melayu, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dll.

Pengertian kedua berkaitan dengan proses pembentukan organisasi agar supaya dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya.Untuk membahas lebih lanjut mengenai pengorganisasian, kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan organisasi.

Menurut Hafidhuddin, organisasi adalah interaksi-interaksu orang dalam sebuah wadah untuk melakukan sebuah tujuan yang sama.

Menurut Stephen P. Robbins, Organisasi adalah entitas sosial yang terkoordinir secara sengaja dan memiliki batasan yang mampu dipahami serta bergerak berdasarkan acuan yang berjalan sepanjang waktu dalam rangka meraih tujuan bersama.

Menurut Chester I. Bernard Organisasi adalah rangkaian kerjasama yang tersistem dan dilaksanakan oleh dua (2) orang ataupun lebih.

Menurut James D.Mooney, Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

Sedangkan Pengorganisasian atau Organizing adalah suatu proses untuk penentuan, pengelompokkan, pengaturan dan pembentukan pola hubungan kerja dari orang-orang untuk mencapai tujuan organisasinya.

Menurut T Hani Handoko, (1999) memberikan pengertian pengorganisasian adalah proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupinya.

Menurut Schermerhorn, (1996:218) Pengorganisasian adalah proses mengatur orang-orang dan sumber daya lainnya untuk bekerja ke arah tujuan bersama.

Menurut Stoner, (1996) Pengorganisasian (organizing) merupakan suatu cara pengaturan pekerjaan dan pengalokasian pekerjaan di antara para anggota organisasi sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara efisien.

George R. Terry dalam bukunya Principles of Management Sukarna, (2011: 38) mengemukakan tentang organizing sebagai berikut, yaitu "Organizing is the determining, grouping and arranging of the various activities needed necessary forthe attainment of the objectives, the assigning of the people to thesen activities, the providing of suitable physical factors of enviroment and the indicating of the relative authority delegated to each respectives activity." - George R. Terry

Pengorganisasian ialah penentuan, pengelompokan, dan penyusunan macam-macam kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan, penempatan orang-orang (pegawai), terhadap kegiatan-kegiatan ini, penyediaan faktor-faktor fisik yang cocok bagi keperluan kerja dan penunjukkan hubungan wewenang, yang dilimpahkan terhadap setiap orang dalam hubungannya dengan pelaksanaan setiap kegiatan yang diharapkan.

Terry (dalam Sukarna, 2011: 46) juga mengemukakan tentang azas azas organizing, sebagai berikut, yaitu:

  1. The objective atau tujuan.
  2. Departementation atau pembagian kerja.
  3. Assign the personel atau penempatan tenaga kerja.
  4. Authority and Responsibility atau wewenang dan tanggung jawab.
  5. Delegation of authority atau pelimpahan wewenang.

Pengorganisasian

Pengorganisasian atau Organizing merupakan salah satu dari 4 fungsi Manajemen. Umumnya, Fungsi pengorganisasian dilakukan setelah fungsi Perencanaan (planning).

Hal ini dapat dilihat dari urutan 4 fungsi manajemen yang meliputi Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan dan Pengendalian yang dalam bahasa Inggris biasanya disebut dengan POAC(Planning, Organizing, Actuating and Controlling).

Islam telah mengajarkan kepada kita bahwa dalam melaksakan sesuatu harus dilaksanakan secara rapi (terorganisir) Sayyidina Ali bin Abi Thalib KW mengungkapkan dalam maqolahnya yang sangat terkenal yaitu:

الحق بلا نظام يغلبه الباطل بنظام

Kebenaran yang tidak terorganisir secara baik bisa dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir (Sayyidina Ali bin Abi Thalib KW)

Dari ungkapan Sayyidina Ali bin Abi Thalib KW dapat dipahami bahwa pengorganisasian sangatlah urgen, bahkan beliau mengatakan kebathilan (kejahatan) dapat mengalahkan yang hak (kebenaran) sebab tidak terorganisir.

Dalam Hadits Nabi Muhammad SAW bersabda:

إن الله يحب إذاعمل أحدكم العمل ان يتقنه (رواه البيهقى)

Allah Sangat menyukai orang yang mengerjakan suatu pekerjaan, dilaksanakan secara profesional (HR. Al Baihaqi)

Dalam sebuah hadits yang lain, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا أَرَدْتَ أَمْرًا فَتَدَبَّرْ عَاقِبَتَهُ فَإِنْ كَانَ خَيْرًا فَأَمْضِهِ وَإِنْ كَانَ شَرًّا فَانْتَهِ

Ketika engkau ingin melakukan sesuatu, maka pikirkanlah akibatnya. Jika akibatnya baik, maka lakukanlah. Dan jika akibatnya buruk, maka tinggalkanlah. (HR. Ibn Mubarak)

Dari hadits-hadits diatas dapat dipahami bahwa kita dituntut untuk tidak mengerjakan sesuatu yang tidak jelas, tetapi segala sesuatu yang kita kerjakan harus sudah terorganisir secara rapi.

Fungsi Pengorganisasian

Pengorganisasian mempunyai beberapa fungsi diantaranya:

  1. Mempermudah koordinasi antar pihak dalam kelompok.
  2. Pembagian tugas sesuai dengan kondisi kekinian perusahaan.
  3. Setiap individu mengetahui apa yang akan dilakukan.
  4. Mempermudah pengawasan.
  5. Memaksimalkan manfaat spesialisasi.
  6. Efisiensi biaya.
  7. Terjalinnya Hubungan antar individu yang solid.

Tahapan Proses Pengorganisasian

Ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan dalam menjalankan fungsi pengorganisasian.

  • Mangacu pada Rencana dan Tujuan | Proses pengorganisasian dalam perusahaan harus berangkat dari rencana dan tujuan yang telah disusun sebelumnya. Pengorganisasian ini adalah tahap awal dalam merealisasikan rencana perusahaan. Maka dari itu setiap personil harus memahami rencana dan tujuan perusahaan tanpa terkecuali. Agar supaya arahnya perusahan secara efektik dan efisien.
  • Menentukan Tugas Utama | Pada tahap ini adalah manajer menentukan dan memberikan tugas utama kepada seluruh tikatan level manajemen dari yang paling tinggi sampai kepada tingkatan terendah atas rencana dan tujuan yang sudah ditetapkan pada saat perencanaan. Pada intinya tahapan ini adalah menetapkan struktur perusahaan, mendelegasikan wewenang agar supaya struktur perusahaan jelas, kewenangannya jelas dan siapa yang bertanggungjawabnya juga jelas.
  • Membagi Tugas Individu | Pada tahapan ini sebenarnya adalah tahapan lanjutan dari penentuan tugas utama lalu diperinci: siapa yang akan menjadi eksekutornya? Pada tahapan ini adalah tahapan paling krusial sebab keberhasilannya ditentukan oleh individu yang menjalankan. Setiap pekerjaan yang diserahkan atau didelegasikan harus sesuai dengan keahlinya. the tight man in the right place seperti sabda Rasulullah SAW

إذا أسند الامر الى غير اهله فانتظر الساعة

Apabila sebuah urusan diserahkan pada yang bukan Ahlinya maka tunggulah saat kehancurannya. (al-Hadits)

  • Mengalokasikan Sumber Daya | Jika tahapan penentuan tugas utama sudah selesai dan siapa yang akan menjadi eksekutornya juda sudah didelegasikan maka tahapan selanjutnya adalah mengalokasikan sumber daya perusahaan. Biasanya pada tahapan ini adalah unsur-unsur manajemen yang diperhitungkan. Berapa SDM yang dimiliki perusahaan? Uang, bahan baku, peralatan mesin, metode, dan pasar semuanya harus bisa dimanfaatkan secara maksimal efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.
  • Evaluasi Strategi Pengorganisasian | Tahapan terakhir pada pengorganisasian adalah evaluasi strategi pada tahapan ini manajer melihat kembali strategi yang diterapkan sudah sesuai dengan rencana dan tujuan perusahaan belum? Atau sesuai dengan tujuan dan perencanaan tetapi tidak sesuai dengan kondisi terkini misalnya perubahan drastis bisa kapan saja terjadi tampa mengenal waktu. Untuk mengantisipasi kemungkin-kumingkan buruk yang terjadi pada perusahan maka diperlukanlah yang namanya evaluasi strategi. Ajaran Islam sangat menaruh perhatian terhadap evaluasi dalam hal apapun. Sayyidina Umar bin Khothob rodhiyallahu ‘anhu, pernah mengungkapkan:

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا

Evaluasialah diri kalian, sebelum kalian dievaluasi (Sayyidina Umar bin Khothob)

Prinsip-prinsip Pengorganisasian

Pelaksanaan proses pengorganisasian yang baik sangat berperan dalam membantu perusahan mencapai tujuannya. Proses tersebut dapat dilihat dari struktur organisasi yang mencakup prinsip-prinsip penting pengorganisasian.

  • Kekuasaan dan Tanggung Jawab | Setiap departemen mempunyai wewenang dan tanggungjawabnya masing masing. Kekuasaan adalah sebuah amanah yang diberikan oleh Allah SWT, sudah seharusnya dimanfaat untuk mensejahterakan masyarakat secara umum baik masyarakat yang berada didalam perusahaan maupun diluar.

Allah SWT dalam surat Al-A’raf: 10 yang artinya:

وَلَقَدْ مَكَّنَّٰكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَٰيِشَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ

Sungguh Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan kami telah menjadikan kamu sekalian di bumi itu sumber penghidupan. Sedikit sekali kamu yang bersyukur. (QS. Al-A’raf: 10)

Selanjutnya banyak hadits yang menjelaskan, bahwa setiap orang, adalah pemimpin dan setiap pemimpin pasti akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah tentang kepemimpianannya hadits diantaranya dalam kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan No.1199 sebagai berikut:

أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رعيته وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ ألا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara adalah pemimpion atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin atas anggota keluarganya dan akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri adalah pemimpin atas rumah tangga dan anak-anaknya dan akan ditanya perihal tanggung jawabnya. Seorang pembantu/pekerja rumah tangga adalah bertugas memelihara barang milik majikannya dan akan ditanya atas pertanggungjawabannya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya. (HR.Muslim).

  • Rantai Kekuasaan | Rantai kekuasasan yang ideal adalah tidak terlalu gemuk dan panjang tetapi menyesuaikan kebutuhan organisasi perusahaan yang menjadi pertimbangan dalam rantai kekuasaan adalah maksimal dalam artian efektif dan efisien.
  • Kesatuan perintah dan Keterpaduan arah | Perintah dari atasan harus dijalankan oleh bawahan, memang tidak menutup kemungkinan dalam suatu organisasi perusahaan memiliki beberapa tingkatan level atasan tetapi semuanya harus berjalan dalam kesatuan perintah. Biasanya kesatuan perintah dalam perusahaan ada bagian manajemen puncak.

Keterpaduan arah juga sangat penting dalam pengorganisasian seperti diawal yang telah disebutkan meskipun bekerja sesuai dengan bidangnya sendiri-sendiri tetapi antara satu dan yang lainnya harus saling berkaitan (terintegrasi) tetap dalam satu koridor, satu tujuan yaitu mencapai tujuan organisasi perusahaan.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ حَسْبُكَ ٱللَّهُ وَمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu. (QS. Al anfal:64)

الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ…

Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa adzab yang pedih. (QS. An-Nur: 63)

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali imron:103)

  • Subordinasi Kepentingan | Subordinasi kepentingan disini adalah mengutamakan kepentingan perusahaan secara umum. Kepentingan departemen harus sesuai dengan kepentingan umum perusahaan, kepentingan kelompok harus sesuai dengan kepentingan departemen begitu seterusnya sampai kebawah.
  • Keteraturan dan kedisiplin | Dalam menjalankan tugas semua harus teratur mengikuti standart operasional (SOP) yang telah ditetapkan ini sangat berkaitan erat dengan kedisiplinan. Kegagalan bisa saja terjadi akibat masalah ketidakteraturan dan ketidakdisiplinan. Disiplin bukan hanya sekedar tepat waktu tetapi juga melaksanakan tugasnya sesuai dengan standart operasional prosedur (SOP). Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kewenangan tanggung jawabnnya masing-masing.

Dalam Al Quran surat Al Kahfi ayat 23, menyebutkan, "Janganlah kamu mengatakan saya akan mengerjakannya esok".

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi (QS. Al Kahfi: 23)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al-Jumuah ayat 9-10,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kalian di muka bumi, dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kalian beruntung. (QS. Al-Jumuah: 9-10)

Ayat diatas dapat dipahami bahwa Kedisiplinan, dalam banyak hal akan membuahkan keberhasilan. Sebaliknya, ketidakdisiplinan akan merugikan pelakunya.

  • Stabilitas Hubungan Kerja | Tidak dapat dipungkiri bahwa maju dan berkembangannya sebuah organisasi perusahaan apabila karyawan dapat menjaga hubungan kerja yang baik antar sesama (hubungan horizontal) ataupun antara atasan dan bawahan (hubungan vertikal). Ketidakharmonisan antar sesama atau antara atasan dan bawahan akan menyebabkan terganggunya stabilitas sebuah organisasi perusahaan.
  • Teamwork | Teamwork dalam sebuah organisasi akan sangat menentukan sukses atau tidaknya sebuah organisasi tersebut. Maka dari itu sangat diperlukan adanya kerja sama tim yang baik, solid dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam keorganisasian.

Teamwork dalam Islam dapat diartikan sebagai bentuk kerjasama atau saling tolong menolong dalam melakukan suatu pekerjaan yang baik atau sesuai syariat islam.Sebagaimana terkandung dalam Alquran surat Al-Maidah ayat 2:

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ …

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. Al-Maidah: 2)

  • Remunerasi | Remunerasi berkaitan erat dengan organisasi perusahaan. Remunerasi secara birokrasi berhubungan dengan sistem kompensasi tenaga kerja. Istilah ini juga bisa diartikan sebagai imbalan uang atau bentuk lainnya yang diberikan kepada tenaga kerja sebagai penghargaan atau reward. masalah remunerasi sangat sensitif. Produktifitas perusahaan bisa menurun, hubungan antar individu tidak harmonis dan masih banyak efek negatif lainnya. Maka dari itu remunerasi harus mendapatkan perhatian yang serius dalam pengorganisasian. Prinsip remunerasi harus layak dan adil.
  • Inisiatif | Terkadang, dalam menjalankan sesuatu. Ada ide-ide baru yang muncul. Ide baru tersebut harus diakomodir. Harus diperhitungkan. Harus dihargai. Tidak peduli munculnya dari mana. Tidak peduli siapa yang mempunyai ide. Tidak peduli bahkan jika ide tersebut berasal dari kuli kasar sekalipun.

Harus ada wadah untuk itu Untuk menyalurkan ide-ide baru itu Bagus atau tidak idenya. Bisa direalisasikan atau tidak idenya Yang penting ditampung Baru dipikirkan Dibahas Dan ditentukan: apakah idenya diterima atau tidak?

  • Keadilan | Keadilan dalam pengorganisasian tidak hanya berhubungan dengan remunerasi belaka tetapi dimana seorang individu merasa diperlakukan sama didalam organisasi perusahan atau memperoleh persepsi adil dari seseorang terhadap keputusan yang diambil oleh atasannya. Adil didalam organisasi perusahaan bentuknya bisa bermacam-macam. Misalkan bagi yang kerjanya bagus akan dipromosikan karirnya, yang tidak disiplin dalam bekerja diberikan punishment.

Islam memandang keadilah adalah sebuah keniscayaan dalam hal apapun, Dalam Al Qur’an kata adil dan anak katanya diulang tidak kurang dari tiga puluh (30) kali diantaranya adalah QS Al A'raf:181

وَمِمَّنْ خَلَقْنَا أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ

Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan, ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan dengan itu pula mereka berlaku adil. (Q.S Al-A’raf: 181)

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلَيْنِ أَحَدُهُمَا أَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلَى شَيْءٍ وَهُوَ كَلٌّ عَلَى مَوْلَاهُ أَيْنَمَا يُوَجِّهْهُ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍ هَلْ يَسْتَوِي هُوَ وَمَنْ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan Allah membuat perumpamaan dengan dua orang laki-laki, salah satunya adalah seorang bisu, yang tidak mampu berbuat sesuatu dan dia menjadi beban penanggungnya, ke mana saja dia disuruh (oleh penanggungnya itu), dia sama sekali tidak dapat mendatangkan suatu kebaikan. Apakah sama orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan dan dia berada di jalan yang lurus?. (Q.S An-Nahl: 76)

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu supaya kamu dapat mengambil pelajaran. (Q.S An-Nahl: 90)

Posting Komentar