Strategi Bisnis

elearning.nurulhuda.id
Tidak ada gambar - https://elearning.nurulhuda.id
Strategi bisnis adalah suatu cara atau metode yang digunakan suatu perusahaan untuk dapat bertahan ditengah persaingan yang ada.
Setiap perusahaan memiliki sasaran jangka panjang, menengah, dan jangka pendek.
  • Jangka Panjang | Sasaran ini berhubungan dengan periode waktu yang panjang, umumnya lima tahun atau lebih.
  • Sasaran Jangka Menengah | Ditetapkan untuk periode antara satu sampai lima tahun. Perusahaan biasanya memiliki sasaran jangka menengah di beberapa bidang.
  • Sasaran Jangka Pendek | Ditetapkan untuk sekitar satu tahun dan dikembangkan pada beberapa bidang yang berbeda. Meningkatkan penjualan (2%) dua persen tahun ini, memotong biaya sampai (1%) satu persen pada kuartal berikutnya, dan mengurangi tingkat keluar masuk  karyawan sampai (4%) empat persen selama enam bulan berikutnya, semuanya adalah sasaran jangka pendek.

Perumusan Strategi

Perencanaan sering dihubungkan dengan aspek peraktis dalam menetapkan sasaran, memilih taktik, dan menetapkan jadwal. Sebaliknya strategi cenderung memiliki cakupan yang lebih luas. Strategi bisnis membuat garis besar mengenai cara bisnis dalam mencapai tujuannya dan memuat tanggapan organisasi terhadap tantangan dan kebutuhan baru. Strategi yang dirumuskan dengan baik sangat  penting bagi keberhasilan suatu bisnis.
Perumusan strategi melibatkan tiga tahap dasar yaitu:
  1. Mentapkan Sasaran Strategis | Sasaran strategis merupakan sasaran jangka panjang yang langsung berasal dari  pernyataan misi perusahaan.
  2. Analisis SWOT | Setelah tujuan strategis ditetapkan, organisasi biasanya menempuh proses yang disebut analisis SWOT. Proses ini mencakup penilaian kekuatan (strength), dan kelemahan (weakness) organisasi serta peluang (opportunity) dan ancaman (threat) lingkungan.
  3. Mencocokkan Organisasi dan Lingkungannya.

Menganalisis Organisasi dan Lingkungannya

Analisis lingkungan mencakup pengamatan dan penilaian lingkungan terhadap segala ancaman dan peluang. Perubaan selera konsumen dan perlawanan usaha  pencaplokkan oleh perusahaan pesaing merupakan ancaman, seperti itu juga  peraturan pemerintah yang baru. ancaman yang lebih penting adalah produk dan kompetitor baru.
Sementara itu peluang mencakup bidang-bidang yang berpotensi untuk diperluas, dikembangkan, atau dimanfaatkan perusahaan dengan kekuatan yang ada. Analisis organisasi merupakan proses menganalisis kekuatan dan kelemahan  perusahaan.
Tujuan analisis organisasi adalah untuk lebih memahami kekuatan dan kelemahan perusahaan. Faktor-faktor kekuatan meliputi surplus uang tunai, angkatan kerja yang berdedikasi, cukup tersedianya bakat manajerial, keahlian teknis, atau sedikitnya persaingan. Di lain pihak, kurangnya uang tunai, pabrik  yang sudah tua, serikat kerja yang kuat, dan citra yang buruk, dapat menjadi kelemahan penting.

Menyesuaikan Organisasi dan Lingkungannya

Langkah terakhir dalam perumusan strategi adalah menyesuaikan ancaman dan  peluang dari lingkungan terhadap kekuatan dan kelemahan perusahaan. Proses penyesuaian adalah jantung dari perumusan strategi. Dalam jangka waktu lama, proses itu menentukan apakah suatu perusahaan  biasanya mengambil resiko atau berperilaku lebih konservatif.

Hierarki Perencanaan

Perencanaan dapat dilihat pada tiga tingkatan yaitu strategis, taktis, dan operasional.
  1. Rencana Strategi | Rencana yang mencerminkan keputusan mengenai alokasi sumber daya, prioritas  perusahaan, dan tahap tahap yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran strategis.
  2. Rencana Taktis | Rencana jangka pendek yang berhubungan dengan penerapan aspek spesifik dari rencana strategis perusahaan.
  3. Rencana Operasional | Rencana yang menetapkan target jangka pendek untuk kinerja harian, mingguan, atau bulanan.

Target Pemasaran dan Segmentasi Pasar

Pasar sasaran adalah kelompok orang-orang yang memiliki keingingan dan kebutuhan yang serupa. Target pemasaran jelas membutuhkan segmentasi pasar yaitu pembagian pasar ke dalam kategori jenis atau segmen pelanggan. Setelah mereka mengidentifikasi  pangsa pasar, perusahaan dapat menerapkan beragam strategi. Segmentasi merupakan strategi untuk menganalisis konsumen, bukan produk.

Strategi Promosi

Ketika tujuan pemasaran sudah jelas, perusahaan harus mengembangkan strategi  promosi untuk mencapainya.
Terdapat dua jenis strategi promosi:
  1. Strategi Tarik (Pull Strategy): Dirancang untuk pelanggan yang akan meminta produk langsung dari pengecer. contoh: suatu iklan pakaian yang ada di media cetak (majalah) yang menarik minat konsumen sehingga mendorong mereka untuk membelinya. Selanjutnya konsumen mencari produk tersebut ke distributor dan distributor akan membelinya dari produsen.
  2. Strategi Dorong (Push Strategy): Perusahaan memasarkan produknya kepada penjual grosir dan pengecer untuk memasarkan produk ke konsumen atau konsumen akhir. contoh: Perusahaan memberikan motivasi berupa penghargaan atau reward kepada distributornya agar mereka melakukan lebih banyak penjualan dan pada akhirnya akan meningkatkan jumlah pelanggan.
Selain menggunakan kedua jenis strategi promosi tersebut, terdapat beberapa strategi yang dapat dikembangkan, yaitu:
  1. Biaya Produksi Rendah (Low Cost Production): Ini adalah cara untuk mengefisiensi produksi yaitu, dengan biaya yang cukup rendah, dapat menghasilkan produk sesuai dengan yang diharapkan.
  2. Kualitas Yang Baik (Better Quality): Meningkatkan standar mutu produksinya agar konsumen lebih percaya pada produk yang kita miliki, seperti ISO dan SNI.
  3. Diferensiasi Produk (Product Diferentiation): Penciptaan produk atau citra produk yang berbeda dibandingkan produk pesaing dalam rangka menarik konsumen.

Mengidentifikasi Segmen Pasar

Dalam mengidentifikasi berbagai segmen, terdapat empat hal penting yaitu:
  1. Variabel Geografis | Mengidentifikasi konsumen sesuai dengan tempat atau wilayah. Unit geografis yang dapat dipertimbangan dalam mengembangkan strategi segmentasi.
  2. Variabel Demografis | Menggambarkan populasi dengan mengidentifikasi ciri-ciri seperti umur, latar belakang etnis, status perkawinan, suku, agama, dan kelas sosial.
  3. Variabel Psikografis | Variabel psikografis meliputi karakteristik konsumen, seperti gaya hidup, pendapat, minat, dan sikap.
  4. Variabel Perilaku | Merujuk pada cara-cara konsumen menggunakan produk, manfaat yang mereka harapkan dari produk itu, alasan mereka membelinya, dan kesetiaan mereka terhadap produk tersebut.
Selain melakukan segmentasi pasar yang fokus tujuannya adalah konsumen, perusahaan juga harus memperhatikan pesaingnya yaitu dengan cara menilai pesaing, diantaranya adalah
  • Segementasi berdasarkan jenis perusahaan Contoh: Perusahaan yang sama-sama melakukan produksi jenis makanan.
  • Segmentasi berdasarkan kualitas yang dirasakan Contoh: kualitas antara berbagai jenis produksi kopi instan yang berbeda satu sama lainnya.
DISUSUN OLEH: NURFITRIANI | SRI NOVIYANTI

Referensi

  • Griffin, Ricky W. dan Ronald J.Ebert.2007. Bisnis Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.
  • Boone, Louis E. dan David L. Kurtz. 2000. Pengantar Bsnis Jilid 1. Jakarta: Penertbit Erlanggga.
  • Alma, Buchari. 2010. Pengantar Bisnis. Bandung: Alfabeta.
  • Sukirno, Sadono. 2012. Pengantar Bisnis. Cetakan Ke-Dua.
  • Alwi, Syafaruddin. (2001). MSDM Strategi Keunggulan Kompetitif edisi pertama. Yogyakarta: BPPE.
  • Desler, Gary. (2006). MSDM Edisi Kesepuluh Jilid 1. Jakarta: Indeks.

Posting Komentar